Suplemen Vitamin D Dapat Memperlambat Penuaan Biologis Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu memperlambat penuaan biologis dengan melestarikan telomer, tutup pelindung di ujung kromosom yang secara alami memendek seiring bertambahnya usia. Dalam sebuah studi yang dipimpin Harvard, para ilmuwan menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari mengalami pemendekan telomer yang jauh lebih sedikit dari waktu ke waktu dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi plasebo. Telomer memainkan peran penting dalam fungsi seluler, dan ketika menjadi terlalu pendek, sel kehilangan kemampuan untuk membelah dengan benar. Pemendekan telomer yang berlebihan telah dikaitkan dengan peradangan, penyakit kardiovaskular, kanker, dan kondisi terkait usia lainnya. Temuan ini berasal dari sub-studi uji coba VITAL yang besar, acak, terkontrol plasebo, yang mengikuti orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Lebih dari 1.000 peserta memiliki panjang telomer yang diukur dalam sel darah putih pada awal penelitian dan lagi setelah dua dan empat tahun. Peserta yang mengonsumsi vitamin D3 setiap hari menunjukkan pemendekan telomer yang jauh lebih lambat selama empat tahun daripada mereka yang menerima plasebo. Para peneliti memperkirakan bahwa perbedaannya setara dengan hampir tiga tahun penuaan biologis di tingkat sel. Suplemen omega-3, yang juga diuji dalam uji coba, tidak menunjukkan efek yang signifikan pada panjang telomer. Menurut para peneliti, ini adalah uji coba acak jangka panjang besar pertama yang menunjukkan efek perlindungan vitamin D pada telomer. Hasilnya mendukung bukti sebelumnya bahwa vitamin D dapat mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit tertentu, dan mereka menunjukkan peran potensial vitamin D dalam mempromosikan penuaan yang lebih sehat. Namun, para ilmuwan mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan lebih memahami implikasinya yang lebih luas. Pelajari lebih lanjut: "Suplemen vitamin D dapat memperlambat penuaan biologis." Warta Harvard, 2025.