Topik trending
#
Bonk Eco continues to show strength amid $USELESS rally
#
Pump.fun to raise $1B token sale, traders speculating on airdrop
#
Boop.Fun leading the way with a new launchpad on Solana.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah mengamati "switchback magnetik" tepat di dekat Bumi – fenomena matahari dramatis yang sekarang dikonfirmasi di lingkungan magnetik planet kita sendiri.
Kekusutan tajam berbentuk S dalam garis medan magnet ini pernah dianggap terjadi hanya di dekat Matahari. Sekarang, menggunakan data dari misi Magnetospheric Multiscale (MMS) NASA, para peneliti telah mendeteksinya di magnetosheath - lapisan batas yang bergejolak di mana angin matahari pertama kali menghantam perisai magnetik pelindung Bumi.
Switchback terbentuk melalui koneksi kembali magnetik: garis medan magnet yang berlawanan terpisah, terhubung kembali, dan secara eksplosif berputar kembali, menciptakan struktur zigzag berenergi tinggi ini.
Penemuan inovatif ini menunjukkan bahwa switchback tidak eksklusif untuk korona Matahari - mereka dapat terbentuk tepat di depan pintu kita, memberi para ilmuwan laboratorium alami untuk mempelajari kekuatan tak terlihat yang mengatur cuaca luar angkasa.
Implikasi dari penemuan ini jauh melampaui ilmu pengetahuan dasar, karena peristiwa magnetik ini adalah pendorong utama cuaca luar angkasa. Dengan memahami bagaimana switchback terbentuk dan berperilaku di dekat Bumi, para peneliti dapat memprediksi badai geomagnetik dengan lebih baik yang menyebabkan aurora cemerlang sekaligus mengancam satelit GPS, jaringan komunikasi, dan jaringan listrik.
Terobosan ini menawarkan bagian baru yang penting dari teka-teki dalam bagaimana Bumi berinteraksi dengan energi Matahari yang tak henti-hentinya, membantu kita melindungi teknologi canggih yang kita andalkan setiap hari.
[Misi MMS NASA mendeteksi switchback magnetik pertama di dekat Bumi. Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA]

Teratas
Peringkat
Favorit
