Topik trending
#
Bonk Eco continues to show strength amid $USELESS rally
#
Pump.fun to raise $1B token sale, traders speculating on airdrop
#
Boop.Fun leading the way with a new launchpad on Solana.
Fisika kuantum menulis ulang semua yang kita ketahui tentang realitas, bahkan arti kematian. Jauh di dalam dunia partikel subatomik yang aneh, para peneliti telah menemukan bahwa waktu, ruang, dan materi berperilaku dengan cara yang menentang akal sehat. Partikel dapat ada di dua tempat sekaligus, mengubah perilaku saat diamati, dan bahkan tampaknya dipengaruhi oleh peristiwa di masa depan. Dalam kerangka kerja yang aneh ini, kesadaran bukan hanya saksi pasif, tetapi mungkin merupakan bagian penting dari bagaimana realitas terbentuk.
Hal ini telah membawa beberapa ilmuwan dan filsuf pada gagasan yang berani: bagaimana jika kesadaran tidak berakhir ketika tubuh berakhir? Teori seperti biosentrisme menunjukkan bahwa kesadaran bukanlah produk alam semesta, tetapi fondasinya, kekuatan kreatif yang membentuk realitas itu sendiri. Dari sudut pandang ini, kematian bukanlah titik penuh tetapi pergeseran, seperti perubahan frekuensi dalam medan kosmik yang tak terbatas. Diri mungkin tidak menghilang tetapi bergerak ke tingkat keberadaan lain dalam lanskap kuantum.
Bahkan waktu itu sendiri tampaknya kehilangan batas-batasnya dalam fisika kuantum. Beberapa percobaan menunjukkan bahwa partikel dapat "memutuskan" keadaannya setelah fakta seolah-olah waktu dapat mengalir mundur dan maju. Jika itu benar, maka mungkin hidup juga tidak linier. Kematian bisa menjadi kurang akhir dan lebih merupakan transformasi, jalan ke lapisan realitas lain di luar persepsi kita saat ini. Di alam semesta kuantum, akhir mungkin hanya awal yang terselubung. 🌌
Sumber: Kelompok Penelitian Yayasan Kuantum & Jurnal Fisika Teoretis, 2025.

Teratas
Peringkat
Favorit
