Keamanan taman bermain benar-benar berbeda pada tahun 1940-an dibandingkan dengan sekarang... Pada tahun 1940-an, taman bermain dirancang kurang berdasarkan standar keselamatan dan lebih seputar tantangan fisik, daya tahan, dan pengawasan oleh anak-anak yang lebih besar daripada orang dewasa. Peralatan biasanya dibuat dari pipa baja, tangga, dan pijakan beton, dengan sedikit pertimbangan untuk ketinggian jatuh, bantalan permukaan, atau pencegahan cedera. Pada saat itu, patah tulang dan lutut yang tergores sering dipandang sebagai bagian yang diharapkan dari tumbuh dewasa daripada kegagalan desain. Banyak taman bermain memiliki tanah atau aspal yang keras di bawah bingkai panjat yang menjulang tinggi, tangga panjang, dan ayunan tinggi. Penekanannya adalah pada kekuatan, keseimbangan, dan ketangguhan, yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang lebih luas yang dibentuk oleh Depresi Besar dan Perang Dunia II. Anak-anak didorong untuk menguji batasan, mengembangkan ketahanan, dan belajar melalui coba-coba. Baru pada akhir 1960-an dan 1970-an data cedera mulai membentuk kembali pemikiran publik. Studi pediatrik dan masalah tanggung jawab mendorong pemerintah kota untuk mendesain ulang taman bermain dengan struktur yang lebih rendah, pagar pembatas, dan permukaan penyerap goncangan. Apa yang tampak mendebarkan atau sembrono menurut standar modern pernah dianggap normal dan bahkan bermanfaat, mengungkapkan bagaimana konsep keselamatan sangat terkait dengan harapan sosial masa kanak-kanak. Standar keselamatan taman bermain modern di Amerika Serikat tidak secara resmi muncul sampai tahun 1981, ketika pedoman federal pertama kali merekomendasikan batasan ketinggian jatuh dan membutuhkan permukaan penyerap benturan seperti karet atau serpihan kayu. © Perasaan sejarah #drthehistories