Kekurangan tembaga akan datang selanjutnya: Perekonomian dunia diproyeksikan akan menghadapi defisit tembaga sebesar 10 juta ton pada tahun 2040, setara dengan ~33% dari permintaan global saat ini. Ini terjadi karena permintaan tembaga global diperkirakan melonjak menjadi 42 juta ton pada tahun 2040, dari 28 juta ton pada tahun 2025. Asia sendiri diperkirakan akan mencerminkan 60% dari total pertumbuhan permintaan selama waktu ini, didorong oleh adopsi EV dan peningkatan jaringan. Pada saat yang sama, permintaan tembaga pusat data AI akan melonjak +127% menjadi 2,5 juta ton pada tahun 2040. Sementara itu, pasokan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada ~34 juta ton pada tahun 2030 sebelum menurun menjadi ~32 juta ton pada tahun 2040. Tembaga adalah komoditas strategis global berikutnya.