Jangan pernah lupa apa yang dilakukan rezim Iran terhadap Armita Geravand. Remaja berusia 17 tahun itu bepergian dengan Metro Teheran pada 1 Oktober 2023. Polisi moralitas memasuki gerbong untuk menegakkan aturan hijab. Mereka kemudian menuduh remaja itu tidak menutupi rambutnya dengan benar sebelum memukulinya dengan sangat keras sehingga dia koma. Pihak berwenang mengklaim dia 'pingsan' saat mereka terlihat menyeret tubuhnya dari kereta. Dia dirawat di rumah sakit menderita kerusakan otak yang parah. Dia dinyatakan "mati otak" pada 22 Oktober. Dia dinyatakan meninggal pada 28 Oktober. Inilah yang dilakukan rezim Iran terhadap perempuan dan anak perempuan.