PANews melaporkan pada 7 Maret bahwa menurut Kantor Berita Xinhua, seorang pejabat senior Iran yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN pada tanggal 7 bahwa Iran sedang mencari target AS baru untuk diserang sebagai tanggapan atas ancaman Presiden AS Trump sebelumnya bahwa "Iran akan terpukul sangat keras".