Haruskah saya berpikir tentang memanggang/memasak, melatih sepak bola, menyekop salju, memotong rumput seluas hektar, memberikan perlindungan 24 jam, dan memang merendahkan wom(a)n sebagai "tenaga kerja yang tidak dibayar" (Suara A)...... Atau hanya seorang egosentris gila yang melihat peran hubungan dasar dengan cara ini (Suara B)?